PDA

View Full Version : Awas, Ustadz Syi’ah yang meracuni kaum muslimin melalui tayangan TV Nasional


blanc.et.noir
10-12-12, 00:21
http://aslibumiayu.files.wordpress.com/2012/03/otman-dai-syiah.jpg?w=595

Anda kenal dengan orang ini..????
bunglon syiah indonesia..
wajahnya yang tawadhu memikat hati-hati kaum muslimin,,
dia sering tampil di TV di jadikan rujukan juga oleh sebagian media…
TETAPI KETAHUILAH SIAPA DIA SEBENARNYA….
HATI-HATI PENETRASI SYIAH BEGITU HALUS DAN LEMBUTNYA TERHADAP KAUM MUSLIMIN.
lihat apa yang disampaikan oleh orang ini, bisa lihat sendiri videonya

1yOZhvjSHww

Apa yang disampaikan dai syiah ini sama dengan syiah yang di negara syiah iran, silahkan lihat video anak kecil in, umur 8 tahun sudah bisa ceramah membawakan cerita yang sama dengan dai syiah indonesia, cerita dusta tentang pemukulan fatimah hingga keguguran,.. berikut ini videonya, sekecil ini saja sudah begitu, apalagi yang model2 dai syiah yang sudah gede-gede,… na’udzubillahi min dzalik,..

rGrpMQEAobU


Video ini terpampang di website yayasan syiah yang ada di condet jakarta, menjadi video terpopuler, dengan judul Fatimah yang berduka,.. innalillahi wa inna ilaihi raji’uun… cerita dusta buat mengelabuhi kaum muslimin..

Masih mau ditipu dengan ajaran syiah?????


Negara induk syiah, iran dgn presidennya ahmadinejad,

Lihat….

Petinggi yahudi memberikan penghargaan kepada ahmadinejad,.. memang syiah dan yahudi itu seperti bapak dengan anaknya

7MOI04LeMVE

walah, ahmadinejad pernah ane puji2.... :cry2

CMIIW

Sumber (http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/03/31/awas-hati-hati-dengan-orang-ini/)

semoga ga repost yah dan belum ada yang tau.. hihihi ... :malu3

member
13-05-13, 08:43
berarti sangat berbahaya ya itu nama ustadnye sape gan?

manualist
13-05-13, 11:09
Videonya sudah "do not exist" sist. menghilang dari peredaran
:cry2 :cry2 :cry2

nyant
21-05-13, 00:39
sungguh dari masa ke masa bertambah kesesatan syiah

manualist
21-05-13, 06:13
sungguh dari masa ke masa bertambah kesesatan syiah

Dan bertambah pula metode dan kamuflase buat menipu umat Islam. Mereka berlindung dibalik toleransi dan HAM dan bila mereka merasa keberadaannya terancam oleh ahlus sunnah,, mereka langsung menjustifikasi dengan berbagai label: intoleran, wahabi, teroris dll.
Mereka berbeda akidah dengan ahlus sunnah. Coba lihat saja rukun islam dan rukun iman mereka. Mereka mengagungkan 12 imam yang perkataannya dan mimpinya lebih tinggi derajat dalilnya daripada Al Quran dan sunnah. Dan mereka selalu menggunakan dongeng tentang fatimah az-zahra r.a. beserta keluarganya yang hanya berisi kebohongan untuk mempengaruhi dan mendoktrin.

deerpe
30-06-13, 01:43
Dan bertambah pula metode dan kamuflase buat menipu umat Islam. Mereka berlindung dibalik toleransi dan HAM dan bila mereka merasa keberadaannya terancam oleh ahlus sunnah,, mereka langsung menjustifikasi dengan berbagai label: intoleran, wahabi, teroris dll.
Mereka berbeda akidah dengan ahlus sunnah. Coba lihat saja rukun islam dan rukun iman mereka. Mereka mengagungkan 12 imam yang perkataannya dan mimpinya lebih tinggi derajat dalilnya daripada Al Quran dan sunnah. Dan mereka selalu menggunakan dongeng tentang fatimah az-zahra r.a. beserta keluarganya yang hanya berisi kebohongan untuk mempengaruhi dan mendoktrin.
dan semakin sangat terasa jelas saat ini.. :nosin

Abuzzaman
30-06-13, 09:48
We must have to beware about this........, did you see what happened to IRAQ, LIBYA, LEBANON, and now look at SYRIA.... that happened because we didn't aware and left them to rise up their strength...

manualist
04-07-13, 17:55
We must have to beware about this........, did you see what happened to IRAQ, LIBYA, LEBANON, and now look at SYRIA.... that happened because we didn't aware and left them to rise up their strength...

Waaa gan Abuzzaman ternyata pinter bahasa Inggris nie. Bantuin terjemahin donk gan. Ane punya beberapa e-book pake bahasa Inggris tapi ga ada yang mau terjemahin. Lumayan kan bisa sekalian share sama hixener di sini
:senyum :senyum :senyum

singa_arafah
07-07-13, 04:34
Satu lagi, Gan, LDII. Sempalan dari Syiah, yang runutannya: Syiah - Khawarij - Wahabi - Jamaah Tabligh - Lemkari - LDII. Menurut yang dilansir MUI, banyak artis dan pejabat yang tergolong simpatisan dan kader LDII. Ciri khas dari lembaga ini adalah suka mengkafirkan sesama Muslim di luar keanggotaan LDII.

Selain LDII, sekarang lagi santer: FPI. FPI juga ditengarai beraliran Syiah. Salah satu ciri khas kelompok mereka adalah gemar mengkultuskan "ahlul bait" dengan sebutan: Syarif/Syarifah, Sayyid/Sayyidah, Habib... Mereka punya Madzhab tersendiri di luar 4 Madzhab, yakni Madzhab Al Asyariah (Syiah Zaidiyah). Sebutan "ahlul bait" sendiri sudah dijelaskan oleh Rasulullah, bukan hanya keluarga melainkan para sahabat yang ketika itu berguru langsung pada beliau, dan bukan "keturunan" yang selama ini dikampanyekan kaum Syiah (keturunan Hasan dan Husein, dalih mereka).

manualist
07-07-13, 10:36
Satu lagi, Gan, LDII. Sempalan dari Syiah, yang runutannya: Syiah - Khawarij - Wahabi - Jamaah Tabligh - Lemkari - LDII. Menurut yang dilansir MUI, banyak artis dan pejabat yang tergolong simpatisan dan kader LDII. Ciri khas dari lembaga ini adalah suka mengkafirkan sesama Muslim di luar keanggotaan LDII.

Perlu dibedakan antara "wahabi" yang dituduhkan kepada pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H) yang berjuang memurnikan tauhid (ahlussunnah) dengan "wahabi" yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al- Abadhi (wafat tahun 197 H) yang mencetuskan sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang telah banyak menghapus Syari’at Islam dan menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji serta membenci ahlusunnah

singa_arafah
08-07-13, 06:41
Perlu dibedakan antara "wahabi" yang dituduhkan kepada pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H) yang berjuang memurnikan tauhid (ahlussunnah) dengan "wahabi" yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al- Abadhi (wafat tahun 197 H) yang mencetuskan sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang telah banyak menghapus Syari’at Islam dan menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji serta membenci ahlusunnah

Syaik Muhammad bin Abdul Wahhab bukan Wahabi, Gan. Beliau adalah inspirator gerakan tajdid. Beliau juga merupakan salah satu ulama Salaf yang mencerahkan.

manualist
08-07-13, 10:00
Syaik Muhammad bin Abdul Wahhab bukan Wahabi, Gan. Beliau adalah inspirator gerakan tajdid. Beliau juga merupakan salah satu ulama Salaf yang mencerahkan.

Betul. Beliau adalah seorang pencetus Salafi dan Muwahhidun (orang yang menyerukan kepada tauhid). Maka dari itu kata "wahabi" yang diberikan di depan nama beliau dan pengikutnya ane beri tanda kutip ("") Karena istilah "Wahabi" tersebut dituduhkan dan disematkan oleh musuh2 Islam untuk menjelek2kan dakwah beliau dan menyesatkan masyarakat awam dengan "Wahabi" yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi yang Khowarij.

Para pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab juga tidak senang dengan istilah "wahabi" yang disematkan kepada mereka. Mereka lebih senang menyebut diri mereka sebagai Salafi dan Muwahhidun (orang yang menyerukan tauhid)

singa_arafah
12-07-13, 06:57
Ramadhan ini si Omar Shihab masih nongol di MNC TV. Ane ngeliat pas mau buka puasa.

manualist
12-07-13, 09:59
Ramadhan ini si Omar Shihab masih nongol di MNC TV. Ane ngeliat pas mau buka puasa.

Oooo .. gambar di atas itu namanya Omar Shihab thoo
:kaget :kaget :kaget

manualist
13-07-13, 10:49
Ketidak-cerdasan Syiah – Argumentum ad Hominem

Argumentum ad hominem adalah berdebat dengan cara menyerang karakter lawan debat. Akibat tak ada lagi argumen representatif. Biasanya, orang-orang seperti ini ketika sudah mulai merasa terpojokkan, akan menyerang karakter lawan debatnya. Sedikit mengutip tulisan ibu Dina Y Sulaiman mengenai istilah ini adalah ketika Budiono nyawapres, Amien Rais menyebut Budiono beraliran neolib. Sebagian pembela Budiono tidak memberikan argumen apapun untuk membuktikan ketidakneoliban Budiono, tapi malah menyerang kepribadian Amien Rais misalnya menyebutnya sering bolos mengajar di kampus. Inilah yang disebut argumentum ad hominem. melawan argumen lawan dengan menjelek-jelekkan kepribadian si lawan. Tentu saja, ini cara berdebat yang salah kaprah. Bangsa kita tidak akan maju-maju kalau logika yang salah ini terus dipertahankan. Masih kata Bu Dina, contoh lain adalah ketika Ahok melakukan sebuah kebijakan yang merugikan pihak X, misalnya. Bukannya berdebat ilmiah, tapi X langsung mencerca, “Dasar Cina!”. Inilah argumentum ad hominem. Inilah cara berdebat yang tidak pakai otak. Kelak kita semua dapat mencerdaskan diri dan menjauhkan diri dari fallacy yang satu ini.

Namun ada beberapa studi kasus yang cukup menarik perhatian saya. Adalah tentang konflik Suriah antara islam suni dan syiah, dimana orang-orang syiah yang berdebat dengan islam suni di Suriah, di negara lain dan termasuk di Indonesia tentu tidak akan bisa mengambil sikap untuk tidak ber-argumentum ad hominem. Kenapa? Karena orang-orang syiah yang sudah tentu membenci islam suni akan terus berlindung dibalik identitas ke-syiah-annya. Orang-orang syiah ini akan menerapkan prinsip taqiyah, yaitu merahasiakan identitas ke-syiah-annya. Jelas saja, orang-orang syiah ini tidak akan pernah bisa berdebat dengan cerdas, mereka tidak dapat memberi argument. Sebagus apapun. Semenarik apapun. Seperti yang kita ketahui bahwa syiah adalah ajaran sesat, maka argumen apapun yang orang-orang syiah ini lontarkan, semua hanyalah omong kosong besar.

Menurut majalah Hidayatullah.com, taqiyah adalah salah satu rukun kewajiban untuk orang-orang syiah. Orang syi’ah memahami bahwa taqiyah adalah merahasiakan keyakinan dari para lawan syi’ah yang bisa merugikan agama dan jiwanya. Padahal berdasarkan ahlus sunnah, konsep taqiyah sesungguhnya adalah memberlakukan taqiyah terhadap orang-orang kafir. Dalam paradigma Islam, menyembunyikan keyakinan di hadapan orang kafir dibenarkan jika dalam kondisi darurat. Hukumnya boleh, tidak wajib.

Seperti dalam firman Allah swt: “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” (QS: Al-Nahl : 106).

Jadi, ada perbedaan mendasar antara taqiyah dalam Ahlus Sunnah dan Syiah. Ahlus Sunnah mensyaratkan dalam kondisi darurat. Darurat ini ukurannya seperti ukuran dalam fikih. Yakni nyawa terancam. Sedangkan Syiah, tidak ada syarat seperti itu. Bahkan merupakan kewajiban agama di tengah mayoritas golongan lain.Taqiyah dalam Syiah bukan dispensiasi, tapi kewajiban asasi. (Hidayatullah.com)

Maka, tidaklah heran ketika orang islam suni dan beberapa orang islam yang sangat tak suka dengan ketaqiyahan orang syiah, mewajarkan tindakan argumentum ad hominem kepada para pendukung syiah, yaitu menyerang identitas orang-orang yang membela rezim Bashar Al-Assad. “Eh si dia tuh syiah lho, ga usah dengerin apa yang dia bilang”. Sebenarnya, komentar ini adalah pilihan terakhir. Kalopun orang-orang syiah ini mau berdebat, bisa saja dilayani. Tetapi, saya pikir memang akan menjadi sia-sia. Syiah, ketika mendengar namanya saja, para penentangnya akan alergi duluan. Bagaimana tidak? Syiah memang sesat. Mau sebagus apapun argumen dan alasan yang mereka kemukakan, semuanya hanyalah omong kosong. Penuh kebohongan. Mereka akan melakukan apapun, termasuk berbohong demi melindungi prinsip ke-taqiyah-annya sendiri.

Ciri lain bahwa orang-orang syiah ini suka berbohong adalah mereka menggunakan ilmunya untuk melindungi identitas sejati mereka. Maka, dipaksa untuk mengaku bahwa mereka syiah adalah sia-sia. Mereka akan berbohong untuk melindungi kesyiah-annya. Bahkan yang paling licik, mereka akan melakukan pencitraan diri dengan cara apapun untuk membuat orang lain menganggap mereka bukan syiah, demi satu hal, menyebarkan informasi dan dukungan terhadap rezim Bashar Al-Assad. Menyebarkan pemahaman-pemahaman bahwa suriah itu bukan konflik syiah-suni, tetapi mengalihkannya ke persoalan zionis. Kenali saja tulisannya, ketika mereka menuliskan bahwa islam suni adalah pemberontak. Kalimat ini saja sudah menjadi bukti bahwa mereka syiah, pro rezim penguasa Suriah yang notabene adalah syiah dan membenci islam suni.

Orang syiah adalah orang yang sudah tidak bisa diajak berdialog. Selama mereka berlindung dibalik ke-syiah-annya, saat itu juga jalan dialog tertutup. Berbohong dan melindungi diri dengan segala cara adalah pekerjaan sehari-hari mereka. Maka, ketika ada yang bilang “dia itu syiah”, saya pikir itu cukup untuk mematahkan argumen-argumen mereka yang kosong.

Lantas, apakah hal semacam ini bisa disebut dengan argumentum ad hominem?tergantung konteksnya, untuk urusan selain syiah dan tetek bengeknya sudah jelas tidak. Karena tameng ke-taqiyah-an syiah akan selalu jadi penghalang dialog-dialog cerdas.

Wahai, Syiah. Penyerangan karakter penentangmu kepadamu adalah bukti bahwa merekalah yang cerdas, bukan kalian.

Biodata Penulis

Rena Erlianisyah Putri, dengan nama pena Rere Karerina

renaerlianisyahputri@ymail.com

Sumber: www.eramuslim.com (http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketidak-cerdasan-syiah-argumentum-ad-hominem.htm#.UeDMy6zkxvc)

Localholic
17-07-13, 01:36
Tambahan MasBro
Ini Adalah Daftar Tokoh2 yang terindikasi beraliran Syiah di Indonesia
Ingat baik2 masbro

Da'i Televisi, Ustadz Othman Omar Shihab

http://i.imgur.com/uyG7m8X.jpg

Othman Omar Shihab adalah tokoh Syi'ah yang sering muncul di televisi, yakni program acara "Iqra'" di Trans TV dan "Titian Qalbu" di TV One. Kesan kesantunannya menutupi hakikat bahwa dirinya adalah seorang Syiah tueln.

Beberapa videonya saat mengisi tabligh peringatan Asyura bisa ditemui di Youtube. Bersama asatidz lain ia menulis buku "Sentuhan Qolbu Curhat"

Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag
http://i.imgur.com/VQHQR3k.jpg

Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat KH. Cholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim.

Pengurus MUI yang terindikasi sebagai penganut Syiah adalah DR. Khalid Al-Walid. Ia adalah alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, yang judul desertasinya di UIN Syarif Hidayatullah adalah “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”.

Tahun 2008 lalu, saat disertasinya diuji oleh tim penguji dari UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Azyumardi Azra pada bagian akhir acara, bertanya, “Apakah Anda penganut mazhab Syi’ah?”

“Jangan salah duga,” lanjut Azyumardi Azra.

“Saya akan bangga bila UIN berhasil meluluskan seorang doktor Syiah, karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antar mazhab Islam,” lanjut Direktur Sekolah Pascasarjana UIN tersebut.

Khalid Al Walid saat itu menjawab, “Eh… Saya sama dengan Pak Haidar,” jawabnya berdiplomasi seraya menunjuk DR. Haidar Bagir yang duduk di samping Prof. DR. Mulyadhi Kartanegara yang menjadi pembimbing disertasi Khalid Al Walid. Sebagaimana diketahui, Haidar Bagir adalah tokoh Syiah di Indonesia dan selalu membela berbagai kepentingan Syiah.

Selain itu, DR Khalid Al Walid juga menjabat sebagi Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang menaungi kelompok Syiah di Indonesia.

Namun, September lalu, Ustadz Cholil Ridwan juga mengatakan, tidak ada pengurus MUI Pusat bernama Khalid Walid. Ketika ditanyakan, apa kemungkinan ada nama Khalid Walid, seorang lulusan Qom, Iran, Cholil mengatakan tidak ada lulusan Qom di MUI.

Sementara itu, dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya _http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=54, tercantum nama yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat.

DR. Haidar Bagir
http://i.imgur.com/7WHRsGK.jpg

Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 ini adalah alumnus Teknologi Industri ITB 1982 dan mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, dia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok.

Di antara pengalaman pekerjaan lainnya, menjadi direktur utama GUIDE (Gudwah Islamic Digital Edutainment) Jakarta, ketua Pusat Kajian Tasawuf Positif IIMaN, Ketua Badan Pendiri YASMIN (Yayasan Imdad Mustadh’afin), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Madina Ilmu (1998), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (1996), dan staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Paramadina Mulya, Jakarta (1997).

Bersama Jalaluddin Rakhmat, dia juga mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta.

Haidar Bagir merupakan pendiri perusahaan Penerbit Mizan. Oleh karena itu, perlu diwaspadai buku-buku terbitan Mizan tentang persoalan Syiah dan Ahlus Sunnah. Demikian juga ia pernah bekerja di surat kabar Republika, sehingga sampai sekarang pengaruhnya terhadap pemberitaan Syi’ah masih menyudutkan Ahlus Sunnah, membela Iran dan sekutu-sekutu Syi’ahnya, dan melakukan taqiyah dalam pemberitaannya.

DR. Muhsin Labib
http://i.imgur.com/Xw4BFJm.jpg

Muhsin Labib adalah Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Qum Iran. Ia menulis banyak buku tentang Syiah dan menjadi pembela Syi’ah Imamiyah di berbagai kesempatan.

Di antara buku-bukunya adalah Ahmadinejad: David di Tengah Angkara Goliath, Husain Sang Ksatria Langit, Kamus Shalat, Gelegar Gaza, Primbon Islam, Goodbye Bush,dan lainnya.

Muhsin Labib pernah mengatakan, “Orang yang anti Syiah adalah orang yang esktrimis dan menjadi ancaman bagi negara Republik Indonesia.”

Saleh Lapadi, Wartawan IRIB
http://i.imgur.com/bBnuC3u.jpg

Saleh Lapadi menyelesaikan pendidikan di Sorong Irian Jaya Barat, kota kelahiran, ia melanjutkan menjadi santri selama 7 tahun di Bangil. Di pesantren Al Ma'had Al Islami yang sering dikenal dengan nama YAPI. Husein Al Habsyi adalah sebagai pendiri pesantren Syiah tersebut.

Setelah selesai di YAPI ia melanjutkan luar negeri, tepatnya di kota Qom Iran. Saat ini menyelesaikan S2 di sana.

Ia bekerja sebagai wartawan Iran Indonesian Islamic Republic of Iran Broadcasting. Faceboknya ada di _https://www.facebook.com/salehlapadi


Dina Y Sulaiman
http://i.imgur.com/6wOeRiN.jpg

Dina Y. Sulaeman, lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fak. Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Ia sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang. Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, ia menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Sejumlah buku telah ditulisnya, antara lain, Oh Baby Blues, Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran, Pelangi di Persia, Ahmadinejad on Palestine, Obama Revealed, Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik, Princess Nadeera, dan Journey to Iran. Aktif menulis artikel opini politik Timur Tengah yang dimuat di media massa dan berbagai website.

Suaminya, Otong Sulaeman, adalah mahasiswa Qom yang menulis novel Dari Jendela Hauzah, terbitan grup Mizan. Keduanya pernah bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran Indonesia) selama tujuh tahun di Iran.


Haddad Alwi
http://i.imgur.com/aCt0xrP.gif

Ia adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoyibah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan.

Dalam kunjungannya ke pengungsian Syiah di Sampang, 29/9/2012, ia mengatakan, “Nggak ada orang mau masuk surga tidak diuji, Rasulullah tidak jauh dari kita, dan jangan ragu Rasullulah tidak sayang sama kita. Penderitaan Rasullulah lebih berat ujiannya daripada ujian kita.”

Mengenai nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar) itu juga nyanyian, hanya berbahasa Arab. Kalau nyanyian berbahasa Indonesia, Inggeris atau lainnya yang biasanya berkisar tentang cinta, pacaran dan sebagainya, misalnya dinyanyikan di masjid, orang sudah langsung faham bahwa itu tidak boleh.

Nyanyian cinta-pacaran seperti itu justru kesalahannya jelas. Orang langsung tahu. Sebaliknya, kalau nyanyiannya itu seperti Ya Thoybah, kalau itu mengandung kesalahan (dan memang demikian), justru orang tidak mudah untuk menyalahkannya. Karena dia berbahasa Arab, dan menyebut nama sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyebut Al-Quran dan sebagainya.

Padahal, nyanyian Ya Thoybah itu justru isinya berbahaya bagi Islam, karena ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Berikut ini kutipan bait yang ghuluw dari nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar):

Ya ‘Aliyya bna Abii Thoolib Minkum mashdarul mawaahib.

Artinya: “Wahai Ali bin Abi Thalib, darimulah sumber keutamaan-keutamaan (anugerah-anugerah atau bakat-bakat).”

Prof. DR. Jalaluddin Rahmat
http://i.imgur.com/KBwVauW.jpg

Jalaludin Rahmat bisa dikatakan sebagai tokoh sentral Syi’ah Imamiyah di Indonesia. Gelar Guru Besar yang disandangnya merupakan bagian dari taqiyah, sebagaimana dijelaskan oleh Surat Rektor Unpad dengan Nomor: 9586/UN6.RKT/KU/2012, perihal: Klarifikasi Mengenai Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, tertanggal 23 April 2012 yang menyatakan bahwa Jalaluddin Rakhmat, belum memiliki gelar Guru Besar di Universitas Padjadjaran; dan untuk gelar Doktor (Dr), secara administratif belum menerima ijazahnya.

Ia mengaku lahir di keluarga Nahdhiyin, ia dididik dan bersekolah di Madrasah Diniyah di Bandung. Saat SMA ia bergabung dengan kelompok kajian PERSIS, dan terlibat dalam pemikiran filsafat. Saat kuliah ia mengaku bergabung dengan Muhammadiyah, dididik di Darul Arqam Muhammadiyah dan pusat pengkaderan Muhammadiyah.

Tahun 1983-1985, ia mulai memberikan kajian di kampus-kampus Bandung. Awalnya, kajian-kajian tersebut adalah kajian pergerakan Islam yang kemudian ia berbalik menjadi pengikut dan pendakwah Syi’ah.

Jalaludin Rahmat kini menjabat sebagi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Ia juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir dan Umar Shahab, MA.

Selain itu ia mendirikan dan Pusat Kajian Tasawuf (PKT): Tazkia Sejati, OASE-Bayt Aqila, Islamic College for Advanced Studies (ICAS-Paramadina), Islamic Cultural Center (ICC) di Jakarta, PKT Misykat di Bandung.

Ia banyak menerbitkan buku tentang komunikasi dan Syiah: Psikologi Komunikasi (1985), Islam Alternatif (1986), Islam Aktual (1991), Renungan-Renungan Sufistik (1991), Retorika Moderen (1992), Catatan Kang Jalal (1997), Reformasi Sufistik (1998), Jalaluddin Rakhmat Menjawab Soal-Soal Islam Kontemporer (1998), Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik (1999), Tafsir Sufi Al-Fâtihah (1999), Rekayasa Sosial: Reformasi Atau Revolusi? (1999), Rindu Rasul (2001), Dahulukan Akhlak Di Atas Fikih (2002), Psikologi Agama (2003), Meraih Kebahagiaan (2004), Belajar Cerdas Berbasiskan Otak (2005), Memaknai Kematian (2006), Islam dan Pluralisme, Akhlak Al-Quran dalam Menyikapi Perbedaan (2006), ‘Khalifah Ali ibn Abi Thalib, Rintihan Suci Ahl-bait, Fathimah Azzahra, Tafsir bi Al-Ma’sur, Zainab al-Qubra, Keluarga Muslim dalam masyarakat Moderen, Komunikasi Antar Budaya, Madrasah Ruhaniah: Berguru Pada Ilahi Di Bulan Suci (Mizan Pustaka, 2005), SQ for Kids (Mizan Pustaka), The Road to Allah (Mizan Pustaka), Khotbah-khotbah di Amerika (Rosdakarya Bandung), Menyinari Relung-relung Ruhani: Mengembangkan EQ dan SQ Cara Sufi (IIMAN dan Penerbit Hikmah, 2002), dan O’Muhammadku: Puisi Cinta Untuk Nabi (Muthahhari Press, 2001).

Pada 29 Agustus 2012 lalu, Jalaluddin Rahmat mengancam untuk menumpahkan darah Ahlus Sunnah di Nusantara atas bentrokan Sampang Madura.

“Orang-orang Syiah tidak akan membiarkan kekerasan ini. Karena untuk pengikut Syiah, mengucurkan darah bagi Imam Husein adalah sebuah kemuliaan,” ujar Jalaluddin.

Sumber : _http://aliransyiah.wordpress.com

Nanti ane update klo dapet yang baru

Waspadalah Waspadalah

Localholic
17-07-13, 01:41
Daftar Buku2 yang beraliran Syiah
_http://www.hxforum.org/showthread.php?t=3286


Ustadz Irfan S. Awwas: Saya khawatir dia simpatisan syiah, mengenai pembiaran Jose Rizal muslim Suriah dibantai
Sumber (http://majelismujahidin.com/2013/06/ustadz-irfan-s-awwas-saya-khawatir-dia-simpatisan-syiah-mengenai-pembiaran-jose-rizal-muslim-suriah-dibantai/)
Beberapa orang di Indonesia memunculkan syubhat tentang apa yang terjadi di Suriah. Salah satu pernyataan pengaburan itu bergulir ke arah sosok Dr. Jose Rizal, seorang dokter ahli bedah yang menjadi kordinator Mer-C. Situs Iran Indonesian Radio IRIB World Service menampilkan berita Wawancara dengan Jose Rizal: Menepis Fitnah Suriah pada Rabu, 17 April 2013, pk. 05:36.

Pada satu kalimat dia mengatakan bahwa “Arsitek pengatur pergantian rezim Khadafi dan Bassar Assad adalah sama, Hakim bil Haj yang ikut terlibat rapat-rapat di Turki. Abdul Hakim bil Haj, adalah bekas tahanan Guantanamo yang ditangkap CIA di Bangkok. NATO dan AS terlibat merancang Humanitarian Intervension, menciptakan seolah-olah terjadi krisis kemanusiaan, kemudian memberlakukan no fly zone.”

Kepada awak media Islam, termasuk arrahmah.com ustadz Irfan S. Awas, ketua lajnah tanfidziyah MMI mengatakan bahwa, “Menurut data-data yang kita lihat di majalah-majalah di Mesir, Arab Saudi, stasiun TV Al-Jazirah, bahwa yang berperang itu adalah Basar Asad sedang menzhalimi rakyatnya, tidak ada fakta dan data yang menyatakan Amerika memberikan dukungan terhadap oposisi. Hanya omongan saja. Tapi yang sudah menjadi fakta dan data adalah Rusia mendukung Basar Asad, Hizbullah Libanon mendukung Basar Asad, Iran mendukung Basar Asad.” Demikian ujar ustadz dengan lantang.

http://cdn.ar.com/images/stories/2013/06/jose.jpg

Ditemui di Kantor MIUMI Jakarta Selatan Senin (10/6/2013) ustadz Irfan berpendapat, justru muslim mempertanyakan Iran bekerjasama dengan komunis untuk mendukung Basar Asad untuk menindas rakyat Suriah sendiri. “Mengapa Iran justru bekerjasama mendukung Basar Asad menindas rakyatnya sendiri. Silahkan dijawab oleh orang syiah maupun simpatisan syiah di Indonesia.” tanya ustadz

Mengenai data yang diucapkan dalam wawancara itu ustadz Irfan mengatakan kita harus klarifikasi, data yang ditunjukkan itu benar atau fiktif. Pastinya “Belum ada satu meriam pun dikirim Amerika ke suriah yang sudah pasti Rusia mengirim rudal ke suriah untuk membunuh umat Islam yang ada di Suriah.”

Kebohongan, merekayasa, dusta untuk memanipulasi fakta dan data perihal kejadian di Suriah adalah sesuatu yang biasa pada syiah. Pada hal-hal yang lebih besar dari ini saja mereka diajarkan berdusta atau taqiyah. Sungguh berbeda denagan muslim diperintahkan untuk berkata benar, qoulan syadidan.

Tidak bisa dipungkiri banyak yang berkepentingan untuk menjatuhkan Basar Asad, ada unsur mujahidin, nasionalis bahkan kelompk syiah itu sendiri. Mereka sepakat untuk menjatuhkan Basar Asad kerena rezim ini dzalim, menindas dan membunuh muslim Suriah dengan sadis. Ini fakta dan data. Pastinya rezim Basar Asad adalah syiah nushairiyah yang kafir lagi menindas muslim negeri Syam. Kekejaman rezim Basar Asad sudah dirasakan oleh muslim Suriah dan masih terus berlanjut sampai hari ini. Lagi ini fakta dan data.

Sosok Dr. Jose Rizal

http://cdn.ar.com/images/stories/2013/06/joserizal.jpg

Nampaknya Jose Rizal sedang berhalusinasi dengan menyamakan kasus di Libya dan di Suriah tanpa melihat fakta dan data di lapangan. Kasus Suriah dan Libya ada persamaan dan perbadaannya. Persamaannya adalah muslim yang menjadi korban kedzaliman dan penindasan. Perbedaanya adalah NATO dan Amerika Serikat (AS) jelas-jelas hadir di Libya, selain menggunakan tangan-tangan koalisi nasional Libya untuk menumbangkan Khadafi. Sedang di Suriah belum ada satupun mortir AS yang jatuh di bumi Syam itu.

Ustadz Irfan mengaku kenal dekat dengan sososk Jose Rizal, namun dia sudah lama tidak berjumpa. Dia mengkawatirkan tentang pribadinya yang mendiamkan korban-korban kemanusiaan di Suriah kalau itu dari perspektif kemanusiaan. Sebagai orang yang memimpin lembaga kemanusiaan Mer-C sepatutnya itu tidak menghinggapinya “Saya khawatir dia simpatisan syiah, karena saya dengar keluarganya ada yang menjadi pengurus IJABI.” Kata ustadz Irfan. IJABI adalah organisasi lokomotif syi’ah di Indonesia.

Dia juga mengkhawatirkan selama organisasi-organisasi Islam Indonesia memberi perlindungan terhadap syiah maupun simpatisan syiah memang agak susah mengahadapinya. “Ormas-ormas Islam dan muslim jangan memberikan perlindungan baik opini atau institusi syiah maupun simpatisannya di Indonesia.” ujar ustadz

manualist
19-07-13, 09:37
Buat gantiin video Youtube yang udah diclose tentang sepak terjang Ustadz TV si Othman Omar Shihab, ane dapet juga di YouTube saat doi lagi ngasiih khutbah di Peringatan Hari Asy-Syura nasional yang menunjukkan si doi memiliki afiliasi dengan syiah dan dihormati oleh penganut syiah di Indonesia hingga bisa mengisi khutbah di acara sebesar itu:
BTrYSUG53N4

alkampari
09-09-14, 13:46
Satu lagi, Gan, LDII. Sempalan dari Syiah, yang runutannya: Syiah - Khawarij - Wahabi - Jamaah Tabligh - Lemkari - LDII. Menurut yang dilansir MUI, banyak artis dan pejabat yang tergolong simpatisan dan kader LDII. Ciri khas dari lembaga ini adalah suka mengkafirkan sesama Muslim di luar keanggotaan LDII.
Selain LDII, sekarang lagi santer: FPI. FPI juga ditengarai beraliran Syiah. Salah satu ciri khas kelompok mereka adalah gemar mengkultuskan "ahlul bait" dengan sebutan: Syarif/Syarifah, Sayyid/Sayyidah, Habib... Mereka punya Madzhab tersendiri di luar 4 Madzhab, yakni Madzhab Al Asyariah (Syiah Zaidiyah). Sebutan "ahlul bait" sendiri sudah dijelaskan oleh Rasulullah, bukan hanya keluarga melainkan para sahabat yang ketika itu berguru langsung pada beliau, dan bukan "keturunan" yang selama ini dikampanyekan kaum Syiah (keturunan Hasan dan Husein, dalih mereka).

koreksi, FPI bukan syiah,
FPi pernah clash ama pengajian orang2 syiah di jogja, temen saya sendiri saksinya :D

emang dari dulu keturunan sayidina hasan dan husein ra di sebut syarif - sayid - habib :p

keturunan mereka di sini kebanyakan di sebut habib, dari hadramaut sana,
mayoritas mereka fiqhnya mazhab syafii, asyar'i itu mazhab ahlus sunnah dalam bindang akidah, bukan cabang dari zaidiyah :p

mayoritas muslim dan univ al azhar itu nganut mazhab asyar'i - maturidi dalam akidah, mau bilang al azhar juga syiah?