Go Back   HXForum.org > HX CONSPIRACY > Faith & Religion

Notices

Reply
 
Thread Tools
Old 18-08-11, 04:47   #1
Localholic
HX Expert
 
Localholic's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 2,011
Total 'Thanks' Received by This User :
4 For This Post
3,912 Total
Localholic is on a distinguished road
Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau


Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketika itu hanyalah ingin menghapus adat istiadat yang bertentangan dengan akidah Islam.

Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial, elit setempat yang memiliki kedekatan dengan Belanda, dan para penganut tarekat. Para penganut tarekat menganggap Theosofi sama dengan tasawuf, sebagaimana anggapan ini juga pernah hinggap pada Haji Agoes Salim yang sempat menjadi anggota Theosofi dan kemudian keluar dari keanggotaan setelah mengetahui tujuan sesungguhnya dari Theosofi yang tidak sejalan dengan Islam. Haji Agoes Salim bahkan pernah menerjemahkan buku berjudul "Kitab Theosofi" yang ditulis oleh tokoh Theosofi dunia, Charles Webster Leadbeater.

Sebagaimana di Tanah Jawa, penganut Theosofi di Minangkabau juga memiliki kedekatan dengan pemerintah Belanda. Mereka juga terlibat dalam permusuhan dengan kelompok Islam, utamanya mereka yang menginginkan ajaran Islam bersih dari unsur-unsur tradisi dan adat istiadat yang bukan berasal dari Islam atau yang bertentangan dengan Islam. Di Sumatera Barat, tokoh kaum adat yang menginginkan tradisi tetap berada di atas hukum syariat, adalah mereka yang tercatat sebagai penganut organisasi Theosofi. Sedangkan mereka yang menginginkan tradisi Minangkabau bersih dari unsur-unsur bid'ah, khurafat, dan takhayul yang berasal dari tradisi di luar Islam, disebut sebagai kaum muda Islam. Namun, kaum adat menyebut mereka yang ingin mengadakan pemurnian ajaran Islam ini dengan sebutan "Kelompok Paderi" atau "penganut Wahabi".

Dalam sejarah tercatat, mereka yang dituduh sebagai pewaris gerakan Paderi dan pembawa paham Wahabi, serta penentang kelompok adat adalah Syekh Abdul Karim Amrullah (ayah dari Buya Hamka), Haji Miskin, Haji Abdullah Ahmad, Syekh Djamil Djambek, dan Syekh Achmad Khatib. Mereka sendiri tidak pernah menyebut dirinya sebagai kelompok Wahabi dan tak pernah juga menyatakan dirinya sebagai pewaris gerakan Paderi. Semua label itu diberikan oleh kaum adat, yang pada masa lalu khawatir bahwa adat istiadat, tradisi dan budaya Minangkabau tergerus dengan syariat Islam. Namun begitu, kelompok yang dituduh sebagai penganut Wahabi berhasil menjadikan Minangkabau sebagai wilayah yang kental dengan nuansa syariat Islam, dengan semboyannya yang terkenal hingga kini: Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah!

Siapa tokoh penganut Theosofi di Sumatera Barat? Diantara tokoh kaum adat yang juga penganut Theosofi adalah Datuk Sutan Maharadja. Selain penganut Theosofi, Sutan Maharadja juga dikabarkan sebagai penganut Tarekat Martabat Tujuh. Datuk Sutan Maharadja yang bernama asli Mahyudin lahir pada 27 November 1862 di daerah Sulit Air, Solok, Sumatera Barat. Ia menamatkan pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah elit yang kebanyakan muridnya anak-anak tuan-tuan Belanda. Sutan Maharadja bisa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut karena kedekatan ayahnya dengan pemerintah kolonial. Seperti keterangan sejarawan Deliar Noer, Sutan Maharadja dikenal sengit dalam menentang kelompok Islam.

Ayah Sutan Maharadja bernama Datuk Bandaro. Sosok sang ayah dikenal sangat memusushi ulama dan menjunjung tinggi adat istiadat. Datuk Bandaro mengkhawatirkan sepak terjang para ulama yang berusaha memurnikan ajaran Islam dari tradisi dan adat istiadat di luar Islam, sebagai pewaris gerakan Paderi atau penganut Wahabi yang ingin menghapuskan adat dan tradisi Minangkabau. Padahal, apa yang dilakukan para ulama ketika itu, sekadar membersihkan Minangkabau dari adat dan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Para ulama ketika itu dengan tegas menyatakan bahwa Islam yang merupakan jati diri rakyat Minangkabau harus bersih dari adat dan tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Datuk Sutan Maharadja terinspirasi dengan Gerakan Turki Muda (Young Turk Movement) yang dipelopori oleh seorang Yahudi Dunamah anggota Freemason, Mustafa Kemal At-Taturk. Karena terinspirasi dengan revolusi yang terjadi di Turki, Sutan Maharadja kemudian mendirikan kelompok kaum adat dengan tujuan menjaga kelestarian adat istiadat Minangkabau dan menjauhkannya dari pengaruh Kesultanan Aceh, yang pada masa lalu sangat menjalin erat dengan Khilafah Utsmaniyah di Turki. Oleh para pendukungnya, Sutan Maharadja kemudian mendapat gelar "Datuk Bangkit" karena usahanya untuk membangkitkan kembali adat istiadat Aceh, yang menurutnya pada masa lalu sudah tercemar oleh pengaruh kesultanan Aceh.

Datuk Sutan Maharadja selalu menyatakan dirinya sebagai penganut Theosofi. Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan Barat dan perlunya menjaga keteguhan adat istiadat Minangkabau dari pengaruh luar, khususnya Aceh yang berjuluk "Serambi Makkah." Untuk melawan gerakan kaum muda yang ia sebut sebagai pewaris "Kelompok Paderi dan Wahabi" ia dan beberapa bangsawan Minangkabau kemudian mendirikan Sarikat Adat Alam Minangkabau (SAAM) pada 1916.

Untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan mengkonter pemahaman yang ia sebut sebagai "Wahabi", Sutan Maharadja kemudian mendirikan Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 1911. Dalam slogannya, surat kabar ini menulis, "Tegoehlah Setia Perserikatan Hati Antara Anak Bangsa Anak Negeri dengan Orang Wolanda (Belanda, red)". Dengan slogan ini, jelaslah bahwa Oetoesan Melayoe sangat pro terhadap pemerintah kolonial Belanda, dan dalam artikel-artikelnya juga sangat jelas mendukung pemerintah Hindia Belanda.

Sutan Maharadja menyerang kelompok kaum muda lewat tulisan-tulisannya di surat kabar yang ia pimpin. Ia dengan tegas menolak upaya kaum muda dengan ajaran-ajaran syariatnya yang ingin menghapus adat dan tradisi Minangkabau. Pertentangan ini sampai membuat Haji Abdullah Ahmad, tokoh Islam yang disebut Wahabi oleh Sutan Maharadja, menyebut kelompok kaum adat, terutama Sutan Maharadja sendiri, "Tak tentu agamanya dan tak tentu adatnya."

Selain Sutan Maharadja, tokoh kelompok Sarikat Alam Adat Minangkabau (SAAM) yang menjadi anggota Theosofi adalah Abdul Karim. Selain menolak penegakkan syariat Islam, pada masa lalu SAAM juga menolak pelajaran Islam masuk dalam sekolah-sekolah di Minangkabau. Mereka khawatir, pelajaran agama Islam yang masuk ke sekolah-sekolah adalah pelajaran yang mengadopsi pemahaman Wahabi yang bisa menjadi ancaman bagi adat istiadat masyarakat Minangkabau.

Untuk menolak pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat kemudian membuat artikel di Surat Kabar Oetoesan Melayoe pada 28 Oktober 1918. Mereka menulis,"Relakah orang-orang Theosofi seperti Engku A Karim dan lain-lain bila anak kemenakan beliau itu akan dapat pelajaran agama Islam di sekolah, yaitu kalau yang diajarkan agama Islam itu hanya fekah (fikih) atau hukum syara' saja? Kecuali kalau yang akan diajarkan di sekolah itu ialah pelajaran yang perbaikan hati, pensucian hati, supaya berhati suci dan berhati mulia. Sedang sekolah-sekolah agama Islam yang diadakan sekarang kalau cuma namanya saja yang sekolah agama Islam, padahal yang diajarkan melainkan hukum syara' atau fikih saja. Pendeknya, yang diajarkan adalah Arabich Cultuur (Kultur Arab)."

Selain memuat penolakan terhadap pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah, kaum adat yang dimotori oleh Sutan Maharadja juga membuat fitnah dengan mengatakan bahwa sekolah Adabiah yang dikelola oleh Haji Abdullah Ahmad memungut biaya yang sangat mahal kepada anak-anak didiknya. Kemudian, dengan bahasa yang sangat menjilat kaum adat meminta kepada pemerintah Belanda untuk membangun sekolah HIS (Holland Inlands School) lainnya di Minangkabau.

Wake Up People
Dont Forget to Comment
Localholic is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
laparisienne333 (24-04-13), kitaru (22-12-11), rizanoar (25-09-11), nuva (22-08-11)
Old 18-08-11, 04:47   #2
Localholic
HX Expert
 
Localholic's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 2,011
Total 'Thanks' Received by This User :
2 For This Post
3,912 Total
Localholic is on a distinguished road
Pada masa lalu, di Minangkabau kelompok yang disebut pewaris Kelompok Paderi dan penganut paham Wahabi memang menolak keberadaan Theosofi dan kelompok-kelompok tarekat lainnya yang dianggap berseberangan dengan akidah Islam. Untuk membantah kelompok kaum muda yang disebut Wahabi, Sutan Maharadja kemudian membuat sebuah tulisan di Oetoesan Melayoe pada 11 Juni 1917 dengan judul "Theosofie dan SAAM (Sarikat Alam Adat Minangkabau". Ia menulis, "...sepanjang kata murid Haji Abdullah Ahmad itu, Theosofi dikatakan sebagai agama baru. Dikatakan agama baru oleh murid Haji Abdullah Ahmad, karena pada gurunya tak ada ilmu tasauf dan tidaklah ia tahu bahwa ilmu tasauf itu bukanlah agama baru, melainkan sudah sejak dari zaman Nabi Adam. Theo itu artinya "Allah". Sofie itu artinya ilmu. Jadi Theosofie itu ilmu Allah, ma'rifatullah..." demikian tulis Sutan Maharadja.

Benarkah Theosofi itu tasauf dan ilmu mengenal Allah? Dalam buku The Key to Theosophy, Blavatsky mengatakan, Theosofi adalah the wisdom religion (agama kebijaksanaan) yang berusaha mempersatukan agama-agama dalam sebuah “Kesatuan Hidup” yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan Theosofi, kata Blavatsky, sama dengan apa yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Ammonius Saccas, yang berusaha mengajak para gentiles/goyim (non Yahudi), para pemeluk Kristen, pemuja dewa-dewa, untuk mengenyampingkan tuntutan mereka dengan mengingat bahwa mereka memiliki kebenaran yang sama. Agama menurutnya, adalah tunas-tunas dari batang pohon yang sama, yaitu the wisdom religion.

Theosofi mempunyai menyatukan agama-agama dalam sebuah puncak persaudaraan universal, yang pada ujungnya justru menihilkan sama sekali agama-agama yang ada. Karena, masing-masing orang tidak boleh merasa agamanya yang paling benar, dan masing-masing orang harus mengakui bahwa semua agama sama, menuju pada yang sama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Theosofi adalah perkumpulan sinkretisme yang kemudian banyak melahirkan istilah-istilah baru, seperti agama kemanusiaan, agama budi, agama kemerdekaan, agama universal dan lain-lain. Dan, atas nama "menjaga kearifan lokal masa lalu" kelompok Theosofi pada masa lalu juga berusaha menjadikan nilai-nilai tradisi berada di atas agama. Jadi, agama tak boleh mengalahkan tradisi. Inilah yang juga menjadi sikap Datuk Sutan Maharadja, yang berusaha mati-matian untuk menjaga agar adat istiadat dan tradisi tak terhapus oleh ajaran-ajaran yang dibawa oleh syara'.

Jika Sutan Maharadja memang anggota Theosofi sejati, tentu ia sangat tahu siapa saja pendiri Theosofi, apa latarbelakangnya, dan bagaimana ajaran-ajarannya. Jika ia sudah tahu tapi masih menjadi penganut Theosofi, maka bisa dipastikan ia tak lain adalah kepanjangan tangan pemerintah kolonial, yang pada masa lalu banyak dari elit-elitnya adalah anggota Theosofi dan Freemason. Sebagai aliran kebatinan Yahudi yang memiliki banyak pemahaman sesat seperti pluralisme agama, kesatuan wujud hamba dengan Tuhan (manunggaling kawula gusti), kesatuan Tuhan bagi semua agama-agama yang ada, tentu Theosofi sangat berbahaya bagi masyarakat Minangkabau yang begitu berurat berakar dengan jatidiri keIslamannya.


Sumber

Wake Up People
Dont Forget to Comment
Localholic is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
laparisienne333 (24-04-13), Al Ghuraba (18-08-11)
Old 18-08-11, 05:15   #3
Al Ghuraba
Moderator
 
Al Ghuraba's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 599
Total 'Thanks' Received by This User :
1 For This Post
372 Total
Al Ghuraba is on a distinguished road
Padahal sudah jelas2 perjuangan Imam Bonjol dan kaum Paderi menegakkan Islam dan mereformasi adat istiadat di Minang menjadi "Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah"
Walaupun kental dengan nuansa Islam, memang dibeberapa daerah Minang sudah tercemar dengan paham theosofi, Bahai dan Syiah.

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Maidah : 8)
Al Ghuraba is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
nuva (22-08-11)
Old 21-08-11, 15:37   #4
nama.pengguna
HiXener
 
nama.pengguna's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: APAPUN YANG SAYA (ID INI) TULIS DI FORUM INI CMIIW, kARENA SAYA SANGAT JAUH KURANG MEMAHAMI APAPUN.
Posts: 242
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
26 Total
nama.pengguna Belum Di Kenal
dihapus, mohon id ini dibanned permanen berikut semua post.

Tidak meninggikan sesuatu bukanlah menunjukkan seseorang membenci sesuatu itu. Karena hanya yang rendah yang mungkin akan terus diteriakan untuk ditinggikan. Kata petugas nilai ambang batas kebisingan...

Last edited by nama.pengguna; 07-11-11 at 16:59.
nama.pengguna is offline  
Reply With Quote
Old 21-08-11, 19:22   #5
kizashikizui
HX Senior
 
kizashikizui's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: in people's mind
Posts: 495
Total 'Thanks' Received by This User :
1 For This Post
818 Total
kizashikizui is on a distinguished road
Quote:
Originally Posted by nama.pengguna View Post
antara bedanya agama itu tercemar dan melebur, siapa yang bisa menjelaskan? Coba dipikir lagi, awalnya orang nawarin itu gimana, disesuaikan dengan daerahnya atau tidak.
Agama berdasarkan Kitab Suci, Hukum dan tata cara dijelaskan disana.
Jika sebuah agama sudah melebur atau tercemar maka tidak bisa dikatakan sebagai agama kitab suci itu lagi.

Biologi digabung ama Geografi judulnya bukan Biologi atau Geografi lagi tapi Biologigeografi

...They have hearts with which they do not understand,they have eyes with which they do not see, and they have ears with which they do not hear....
kizashikizui is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
1kbps (22-08-11)
Old 21-08-11, 20:53   #6
nama.pengguna
HiXener
 
nama.pengguna's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: APAPUN YANG SAYA (ID INI) TULIS DI FORUM INI CMIIW, kARENA SAYA SANGAT JAUH KURANG MEMAHAMI APAPUN.
Posts: 242
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
26 Total
nama.pengguna Belum Di Kenal
dihapus, mohon id ini dibanned permanen berikut semua post.

Tidak meninggikan sesuatu bukanlah menunjukkan seseorang membenci sesuatu itu. Karena hanya yang rendah yang mungkin akan terus diteriakan untuk ditinggikan. Kata petugas nilai ambang batas kebisingan...

Last edited by nama.pengguna; 07-11-11 at 16:59.
nama.pengguna is offline  
Reply With Quote
Old 22-08-11, 06:08   #7
kizashikizui
HX Senior
 
kizashikizui's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: in people's mind
Posts: 495
Total 'Thanks' Received by This User :
4 For This Post
818 Total
kizashikizui is on a distinguished road
Quote:
Originally Posted by nama.pengguna View Post
Jadi dalam Islam di Indonesia sendiri, hanya di Acehkah yang paling tidak bisa dibilang murni? Atau disini menyesuaikan tempat juga? bukakah wayang sudah dirubah oleh Wali Songo.
Islam itu Berdasarkan Al Quran dan Hadist..jika ada hal-hal/pengaruh lain diluar itu berarti tidak murni/original lagi.

...They have hearts with which they do not understand,they have eyes with which they do not see, and they have ears with which they do not hear....
kizashikizui is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
kitaru (22-12-11), cipopok (04-11-11), nuva (22-08-11), 1kbps (22-08-11)
Old 22-08-11, 13:07   #8
nuva
HiXener
 
nuva's Avatar
 
Join Date: Aug 2011
Location: Indonesia Tercinta
Posts: 142
Total 'Thanks' Received by This User :
1 For This Post
103 Total
nuva Belum Di Kenal
Quote:
Originally Posted by kizashikizui View Post
Islam itu Berdasarkan Al Quran dan Hadist..jika ada hal-hal/pengaruh lain diluar itu berarti tidak murni/original lagi.
sepakat
nuva is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
terorojing (05-11-11)
Old 22-08-11, 16:18   #9
nama.pengguna
HiXener
 
nama.pengguna's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: APAPUN YANG SAYA (ID INI) TULIS DI FORUM INI CMIIW, kARENA SAYA SANGAT JAUH KURANG MEMAHAMI APAPUN.
Posts: 242
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
26 Total
nama.pengguna Belum Di Kenal
Quote:
Originally Posted by kizashikizui View Post
Islam itu Berdasarkan Al Quran dan Hadist..jika ada hal-hal/pengaruh lain diluar itu berarti tidak murni/original lagi.
Quote:
Originally Posted by nuva View Post
sepakat
idem. dicatet..

Tidak meninggikan sesuatu bukanlah menunjukkan seseorang membenci sesuatu itu. Karena hanya yang rendah yang mungkin akan terus diteriakan untuk ditinggikan. Kata petugas nilai ambang batas kebisingan...
nama.pengguna is offline  
Reply With Quote
Old 04-11-11, 09:42   #10
cipopok
Newbie
 
cipopok's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 27
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
3 Total
cipopok Belum Di Kenal
Quote:
Originally Posted by kizashikizui View Post
Islam itu Berdasarkan Al Quran dan Hadist..jika ada hal-hal/pengaruh lain diluar itu berarti tidak murni/original lagi.
sepakat
cipopok is offline  
Reply With Quote
Old 04-11-11, 22:43   #11
veyronzee
HX Senior
 
veyronzee's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: the lost world
Posts: 331
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
87 Total
veyronzee Belum Di Kenal
Quote:
Originally Posted by kizashikizui View Post
Islam itu Berdasarkan Al Quran dan Hadist..jika ada hal-hal/pengaruh lain diluar itu berarti tidak murni/original lagi.
stuja gan, ISLAM is ISLAm n can be equaled with other
theo itu dr bhasa yunani tah?? seinget ane artinya bkn Allah ato tuhan, artinya kalam gtu, sjenis kebatinan
ngada2 aja tuh yg bkin ajaran theo lah d sama2in ma Allah

SECRET
/||\
/<>\
SCARED/◄▬▬▬▬►\SACRED
Excellent Liar Inside The Evil
veyronzee is offline  
Reply With Quote
Old 05-11-11, 23:23   #12
terorojing
HX Senior
 
terorojing's Avatar
 
Join Date: Sep 2011
Posts: 338
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
218 Total
terorojing Belum Di Kenal
sekalipun orang aceh gak sereligius yang anda bayangkan....(secara ane orang aceh)... tetapi harus ane akui kehidupan muslim di aceh secara adat istiadat memang sudah melebur dengan islam, dalam artian adat benar2 berdasarkan syari....jauh dari mistik ...dan pluralisme..tetapi saling menghormati....


Don't let them fool ya,
Or even try to school ya! Oh, no!
We've got a mind of our own,
So go to hell if what you're thinking is not right!
Love would never leave us alone,
A-yin the darkness there must come out to light.
Could you be loved and be loved?
terorojing is offline  
Reply With Quote
Old 09-11-11, 00:12   #13
veyronzee
HX Senior
 
veyronzee's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: the lost world
Posts: 331
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
87 Total
veyronzee Belum Di Kenal
Quote:
Originally Posted by terorojing View Post
sekalipun orang aceh gak sereligius yang anda bayangkan....(secara ane orang aceh)... tetapi harus ane akui kehidupan muslim di aceh secara adat istiadat memang sudah melebur dengan islam, dalam artian adat benar2 berdasarkan syari....jauh dari mistik ...dan pluralisme..tetapi saling menghormati....
NAD/DIA vs DIY
nangro aceh, daerah istimewa yg mendapat kebebasan menentukan hukum nya sndiri
yogya, daerah istimewa yg mendapat kebebasan menentukan kesesatan nya sndiri

SECRET
/||\
/<>\
SCARED/◄▬▬▬▬►\SACRED
Excellent Liar Inside The Evil
veyronzee is offline  
Reply With Quote
Old 09-11-11, 07:11   #14
allagundra
HX Senior
 
allagundra's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 286
Total 'Thanks' Received by This User :
2 For This Post
311 Total
allagundra Belum Di Kenal
Assalamualaikum. saya yang secara langsung hidup ditengah-tengah sistem kemasyarakatan di minangkabau, karena saya sendiri adalah orang minang, merasakan bahwa pada saat sekarang telah terjadi semacam kebimbangan di masyarakat miang itu sendiri. slogan adat basandi syara', syara' basandi kitabullah, dalam prakteknya telah menimbulkan sebuah sistem yang penuh dengan paradoks-paradoks. melahirkan generasi minang yang oportunis, secara sdar atau tidak. penggunaan agama dan adat telah jatuh menjadi sebuah pilihan, bukan lagi tuntunan. pilihan, tergantung situasi dan kondisi manakah yang lebih menguntungkan. hukum waris saja sangat aneh, ngaku islam tapi waris jatuh ke perempuan. 'pusako tinggi' mengalahkan pusaka dari bapak ke anak. pertentangan antar individu dalam satu kaum, atau antar kaum, sering karena hukum waris yang nggak jelas tujuannya ini.
allagundra is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
timbo_sf2 (28-06-12), deerpe (13-11-11)
Old 13-11-11, 12:03   #15
deerpe
HX Skilled
 
deerpe's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Location: HXF-IAZ
Posts: 808
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
217 Total
deerpe is on a distinguished road
Quote:
Originally Posted by allagundra View Post
Assalamualaikum. saya yang secara langsung hidup ditengah-tengah sistem kemasyarakatan di minangkabau, karena saya sendiri adalah orang minang, merasakan bahwa pada saat sekarang telah terjadi semacam kebimbangan di masyarakat miang itu sendiri. slogan adat basandi syara', syara' basandi kitabullah, dalam prakteknya telah menimbulkan sebuah sistem yang penuh dengan paradoks-paradoks. melahirkan generasi minang yang oportunis, secara sdar atau tidak. penggunaan agama dan adat telah jatuh menjadi sebuah pilihan, bukan lagi tuntunan. pilihan, tergantung situasi dan kondisi manakah yang lebih menguntungkan. hukum waris saja sangat aneh, ngaku islam tapi waris jatuh ke perempuan. 'pusako tinggi' mengalahkan pusaka dari bapak ke anak. pertentangan antar individu dalam satu kaum, atau antar kaum, sering karena hukum waris yang nggak jelas tujuannya ini.
wah-wahh.. ternyata begitu yah gan..

IAZ-HXF-MSS
#IndonesiaTanpaJIL #SyiahBukanIslam
deerpe is offline  
Reply With Quote
Old 22-12-11, 18:46   #16
allagundra
HX Senior
 
allagundra's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 286
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
311 Total
allagundra Belum Di Kenal

betul. untung aja dulu Imam bonjol sempat menerapkan hukum Islam di minang, walau sebahagian. Jadinya lumayan (kalau nggak mau dibilang aneh) praktek keagamaan di minang.
Tau nggak gan, jadi laki2 di minang tu rugi banget. Kalau kecil disuruh merantau, dah gede dan berumah tangga, eh malah nggak ada kuasa ama anak2 kita. anak2 kita tu 'wilayah'nya datuak/datuk. pendapat urang sumando (menantu laki2) nggak bakalan ada pengaruh. istilah minangya 'abu di ateh tunggua (abu diatas tungku api)" hehehehe
allagundra is offline  
Reply With Quote
Old 22-12-11, 21:09   #17
Al Ghuraba
Moderator
 
Al Ghuraba's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 599
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
372 Total
Al Ghuraba is on a distinguished road
Quote:
Originally Posted by allagundra View Post

betul. untung aja dulu Imam bonjol sempat menerapkan hukum Islam di minang, walau sebahagian. Jadinya lumayan (kalau nggak mau dibilang aneh) praktek keagamaan di minang.
Tau nggak gan, jadi laki2 di minang tu rugi banget. Kalau kecil disuruh merantau, dah gede dan berumah tangga, eh malah nggak ada kuasa ama anak2 kita. anak2 kita tu 'wilayah'nya datuak/datuk. pendapat urang sumando (menantu laki2) nggak bakalan ada pengaruh. istilah minangya 'abu di ateh tunggua (abu diatas tungku api)" hehehehe
Hehehehehehe
Ado urang awak ruponyo.

Huft, ini adalah dilema kaum laki2 Minang

Apalagi ane gede dan lahir di Jakarta, jadi banyak nga ngertinya tentang adat istiadat urang awak (thanks god . Cuma sedikit banyaknya tampak begitu ruwetnya. Dan ane sering banget menemui perdebatan yg tak ada habisnya ttg adat minang ini, terutama ttg termarjinalnya kaum laki2 Minang karena adat. Tapi segi positifnya, lelaki Minang begitu tahan banting dalam mengais rejekinya, walau sering ane lihat antara halal dan haramnya dah nga jelas lagi.

Dan sampe saat ini ane masih bertanya2. Darimanakah asal muasal adat Minang ini sebelum dibersihkan oleh Imam Bonjol. Soalnya jelas banget adat yg Matriakal ini mirip dengan kaum pagannya remason yg begitu memuja wanita?

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Maidah : 8)
Al Ghuraba is offline  
Reply With Quote
Old 22-12-11, 22:31   #18
kitaru
HiXener
 
kitaru's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Posts: 141
Total 'Thanks' Received by This User :
1 For This Post
75 Total
kitaru Belum Di Kenal
Ondeh mandeh sato wak ciek yo sanak...baru tau wak ado thread iko, tatingga lo wak salangkah ha...
dek kebetulan wak urang minang lo, sato lo ciek...

Quote:
Originally Posted by allagundra View Post

betul. untung aja dulu Imam bonjol sempat menerapkan hukum Islam di minang, walau sebahagian. Jadinya lumayan (kalau nggak mau dibilang aneh) praktek keagamaan di minang.
Tau nggak gan, jadi laki2 di minang tu rugi banget. Kalau kecil disuruh merantau, dah gede dan berumah tangga, eh malah nggak ada kuasa ama anak2 kita. anak2 kita tu 'wilayah'nya datuak/datuk. pendapat urang sumando (menantu laki2) nggak bakalan ada pengaruh. istilah minangya 'abu di ateh tunggua (abu diatas tungku api)" hehehehe
batuah sanak, sadang dalam islam warisan labiah di tinggian untuk anak laki2...tapi kl dr segi adat sebaliknya...CMIIW

lamak'y di ajo piaman kawan, kok urang piaman anak laki2 kan babali...

Quote:
Originally Posted by J4J4 View Post
Hehehehehehe
Ado urang awak ruponyo.
Huft, ini adalah dilema kaum laki2 Minang
Apalagi ane gede dan lahir di Jakarta, jadi banyak nga ngertinya tentang adat istiadat urang awak (thanks god . Cuma sedikit banyaknya tampak begitu ruwetnya. Dan ane sering banget menemui perdebatan yg tak ada habisnya ttg adat minang ini, terutama ttg termarjinalnya kaum laki2 Minang karena adat. Tapi segi positifnya, lelaki Minang begitu tahan banting dalam mengais rejekinya, walau sering ane lihat antara halal dan haramnya dah nga jelas lagi.
Dan sampe saat ini ane masih bertanya2. Darimanakah asal muasal adat Minang ini sebelum dibersihkan oleh Imam Bonjol. Soalnya jelas banget adat yg Matriakal ini mirip dengan kaum pagannya remason yg begitu memuja wanita?
Ane dulu pernah belajar BAM (Budaya Alam Minangkabau) saketek waktu SD, cuma kini dak bara nan ingek lai... setek ulasan tentang Minang sanak...
Quote:
dulu minang babantuak kerajaan2 yg mana puncak kejayaan Raja Minangkabau diketahui setelah abad 13 . Zaman ini disebut zaman Jawa-Hindu ketika mendaratnya suatu laskar Jawa yang dikirim raja Kertanegara dari Singosari dalam tahun Caka 1197 (1275 M). Ekspedisi ini berhasil sebab 11 tahun itu ditepi Batang Hari di pusat Sumatera atas perintah raja Jawa tersebut didirikan sebuah arca dari Amoghapaca dalam perkabaran yang berhubungan dengan itu disebut sebagai raja dari rakyat Sumatera. Mulawarma dewa yang dapat dianggap raja muda. Demikianpun Adityawarman (kira kira 1346 – 1375) yang paling terkenal dari raja-raja sumatera ini dibawah pengaruh kekuasaan Jawa, setidak tidaknya pada pemerintahan permulaan pemerintahnya dalam negara Kertagama “Menangkabawa” disebut sebagai daerah taklukkan dari kerajaan Majapahit. Salah satu bukti dari pengaruh Jawa Hindu pada zaman Adityawarman terdapat banyak peninggalan Hindu yang sekarang masih terdapat di Minangkabau. Tapi setelah zaman kejayaan itu tidak terdapat sedikitpun peninggalan sejarah raja Minangkabau. Apa sebabnya dan kapan berakhirnya kekuasaan raja Jawa Hindu itu meninggalkan Minangkabau tidak diketahui. Kalau pun masih adanya candi hindu di ranah minang, penulis pernah menanyakan hal ini kepada ulama yang merupakan salah satu keturunan ulama penyebar islam di minangkabau, bahwasanya candi hindu sebenarnya masih ada. Akan tetapi banyak candi yang di timbun dengan tanah, hal ini dilakukan Ulama saat itu agar masyarakat tidak kembali pada kepercayaan agama sebelum islam yaitu agama hindu dan menghindari penganut Hindu dari luar untuk menetap disekitar candi di Minangkabau (contoh Candi Borobudur).
Sumber: Minang Forum

Mengenai remason ane dak tau untuk nagari minang ini, mana tau ada sesepuh yg tau...bs d bagi

"Ya Tuhan km, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orangg-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungghnya Engkau Yang Maha Perksa lg Maha Bijaksna" [QS. al Mumtahanah: 5].

Last edited by kitaru; 22-12-11 at 22:58.
kitaru is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
Al Ghuraba (23-12-11)
Old 22-12-11, 22:40   #19
allagundra
HX Senior
 
allagundra's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 286
Total 'Thanks' Received by This User :
4 For This Post
311 Total
allagundra Belum Di Kenal
ada banyak versi tentang asal mula dan kebudayaan minangkabau. ini tidak lepas dari tidak dikenalnya budaya tulis menulis dalam kebudayaan minang, hanya tradisi lisan. ini cukup mengganggu sebenarnya, karena jika memang suku ini sedemikian hebatnya sampai2 di sebut keturunan dari iskandar zulkarnain, atau bangsa pendatang dari laut yang telah mengenal peradaban lebih tinggi, masa tidak ada bentuk kebudayaan tulis menulis? Mengenai matrilieal, ada info menarik nih. berikut petikannya dari situs tetangga,

Dalam sumber lain disebutkan bahwa dulunya suku Nair menganut sistem patrilineal, lalu karena faktor-faktor yang belum sepenuhnya diketahui mengadopsi sistem matrilineal yang mulanya hanya dipraktikkan para penutur bahasa Tulu.
Orang-orang Tulu sendiri mempercayai asal muasal sistem tersebut adalah pada masa raja Bhootala Pandya. Dalam legenda ini, dewa yang jahat suatu ketika menuntut raja tersebut mengorbankan anak lelakinya untuk dirinya.
Namun, tak seorang pun anaknya yang mau dan istri-istri raja tersebut juga tak rela. Melihat situasi demikian, saudari sang raja bersedia mengorbankan anaknya sendiri.
Sang Dewa jadi kasihan sehingga membiarkan mereka. Sejak saat itu, sang raja menyatakan bahwa pewaris tahta sejati untuk berikutnya adalah kemenakan sang raja.
Cerita ini agak mirip dengan tambo asal muasal sistem matrilineal di Minangkabau di mana Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan berhutang budi pada para kemenakannya yang telah mem bantu menghela kapal mereka ketika anak-anak keduanya sendiri tak bersedia.
sumber :http://www.minangforum.com/Thread-Ma...-India-Selatan
(berarti asalnya dari budaya hindu gan !!!!kaget)
kenapa islam bisa harmonis dengan matrilineal? (kelihatannya)
Menurut analisa saya, pada saat kaum agama (islam) kembali dari perantauan dengan membawa ajaran Islam yang kaffah dan menerapkannya juga secara disiplin terhadap kaum minang (dengan hukuman yang keras, seperti misalnya para kaum agama akan membunuh siapapun orang yang batu tapakan wudhunya tidak basah pada saat subuh, dll) terjadi perlawanan dari kaum adat. terjadi perang saudara. saat kaum adat hampir kalah, maka utusan kaum adat pergi ke bengkulu untuk meinta bantuan dari belanda, yang kemudian terbukti merupakan kesalahan yang amat fatal karena akhirnya menyesengsarakan kedua pihak. akhirnya ntara kaum adat dan kaum agama mengadakan gencatan senjata (dalam kisahnya di tempat yang dinamakan medan nan bapaneh, tempat bermusyawarah terdiri atas batu2 yang bisa diduduki tanpa ada atap.). Nah dari situ muncul apa yang sekarang dinamakan pakta perdamaian yang dikenal dengan Adat bersendi Syara', syara' bersendi Kitabullah. untuk sementara mengeyampingkan perbedaan untuk menghadapi musuh bersama ( belanda). celakanya setelah belanda pergi jepang datang. jepang pergi, datang masa nasionalisme (dengan aroma ke-jawa-an, serti desa dll). akhirnya pakta gencatan senjata ini lama2 berubah dipandang menjadi kesepakatan. itu yang terjadi jaman sekarang. Jadi sebenarnya proses Islamisasi di minangkabau belum Tuntas !!!
allagundra is offline  
Reply With Quote
Who Said Thanks:
timbo_sf2 (28-06-12), deerpe (25-12-11), Al Ghuraba (23-12-11), kitaru (22-12-11)
Old 25-12-11, 13:42   #20
deerpe
HX Skilled
 
deerpe's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Location: HXF-IAZ
Posts: 808
Total 'Thanks' Received by This User :
0 For This Post
217 Total
deerpe is on a distinguished road
wew wew wew weew.. orang2 minang pada ngarumpul dimari.. keren..
nyimak dulu deh..

pernah baca juga kalo asal-usulnya kaum minang berasal dari iskandar Dzulqarnain yg kalo di barat disamain sama Alexander The Great. trus kaum minang jadi ada keturunan jews-nya katanya. kalo gak salah di blog rykerswatch.trus kaum minang jadi mewarisi pagan2 gitu. dari pakaian adat wanita minang yg ada topinya yg menyerupai tanduk. trus budaya matrilineal yg mirip jews and pagan.

ane pun nggak langsung serta-merta percaya sama isi blognya. Iskandar Dzulqarnain dalam Islam sama Alexander The Great itu menurut ane jelas beda. (CMIIW)
Alexander itu kafir and paganis. kalo Dzulqarnain kan beriman and disuruh bikin tembok ya'juj-ma'juj. rekayasa sejarah-kah? sehingga keduanya disamakan?
mohon maaf kalo sotoy, dan mohon pencerahan agan2 sekalian yg asli minang

IAZ-HXF-MSS
#IndonesiaTanpaJIL #SyiahBukanIslam
deerpe is offline  
Reply With Quote
Reply

Thread Tools

-->